Assalamu’alaykum warohmatullahi wa barokaatuh
Inilah data pribadi Abu Fithrah Rijal Ibnu Amran Al-Maidany Al-Atsary

Nama : Fahrizal

TTL : Jakarta, 12 Desember 1986

Pendidikan :
1. TK Makna Budhi Bhakti Jakarta (1991-1992)
2. SDN Rawa Bebek V Bekasi (1992-1998)
3. SLTPN 13 Bekasi (1998-2001)
4. SMAN 4 Bekasi (2001-2004)
5. Prodip Penilai STAN (2004-2007)

Riwayat Pekerjaan :
1. KP PBB Bekasi Dua (2007)
2. KPP Pratama Bekasi Utara (2007-2008)
3. KPP Pratama Medan Polonia (2008-….)

Alamat Domisili : Jl. Kapten Muslim, Kota Medan, Prop. Sumatera Utara

Latar Agama dalam kehidupan

Terinspirasi dari blog milik Abu Harun, saya pun tertarik untuk menceritakan sedikit kisah petualangan saya di medan dakwah Islam.

Saya mulai bersentuhan dengan dunia dakwah Islam pertama kali ketika masih duduk di bangku SLTP, setelah sebelum-sebelumnya mungkin hanya belajar agama di sekolah ataupun pengajian anak-anak. Ayah saya memperkenalkan dakwah Islam yang berbasiskan pada pemikiran Ikhwanul Muslimin dan Salafiyah. Mulai aktif ta’lim tapi di majelis-majelis ta’lim kecil.

Pemikiran makin terbentuk ketika telah duduk di bangku SMA, berkawan dengan aktivis-aktivis ROHIS yang berbasiskan pemikiran Sururiyah (namun berkedok Salafiyah). Menjelang lulus telah aktif ta’lim besar di Bekasi. Pada saat yang bersamaan, saya juga menampakkan kebanggaan sebagai simpatisan sebuah partai dakwah yang sering diklaim sebagai pewaris pemikiran Ikhwanul Muslimin di Indonesia. Berjuang memperjuangkan penegakan hukum Allah, tapi di kemudian hari sepak terjangnya memunculkan banyak kerancuan yang terpaksa saya sembunyikan dalam hati.

Memasuki dunia kampus, euforia terhadap dunia dakwah makin bertambah. Aktif di liqo’ dan organisasi dakwah spesialisasi di kampus.

Persinggungan dengan dakwah Salafiyah berawal ketika terbuka kesempatan menjadi personel team nasyid. Qodarullah, kakak kost saya yang baru kenal dakwah Salafiyah yakni Abu Hafshah menasehati saya agar mengurungkan niat saya tersebut disertai dengan penjelasan yang seadanya yang dinukil dari Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Atsar Ulama. Sebenarnya saya pun sudah tahu bahwa musik itu dilarang, tapi mungkin nasyid diperbolehkan. Alhamdulillah sudah tahu jawabannya. Niat pun diurungkan.

Saya mulai ber-azzam untuk hijrah benar-benar. Dauroh STAN yang diadakan pada tahun 2005 (diisi oleh Al Ustadz Abu Najm Khathib), seolah-olah menjadi tonggak awal upaya pelepasan diri saya dari kelompok-kelompok yang keliru. Langkah awal saya berpetualang mencari ilmu dari majelis yang satu ke majelis yang lain bertatap muka dengan para asatidz penyampai ilmu syar’i.

Saya tidak dipaksa untuk tertarik kepada dakwah Salafiyah. Tapi entah kenapa dakwah ini terkesan sangat menjanjikan akan terciptanya penegakan hukum Allah di muka bumi terutama di negeri ini.

Tidak terasa telah lama petualangan ini berlalu. Banyak yang telah saya alami. Futur dan timbulnya keraguan merupakan hal yang sering saya takutkan, namun segera hilang bilamana telah tersibukkan dengan ilmu dan ibadah. Terlebih bila ilmu itu didapat langsung dari ahlinya yakni para asatidz.

Berikut ini adalah nama-nama asatidz Salafiyun yang pernah saya bertatap muka langsung dengan mereka:

Al-Ustadz Abu Najm Khatib Al Atsary Hafidhahullah

Al-Ustadz Abu Ishaq Muslim Al-Atsari Hafidhahullah

Al-Ustadz Abu Ibrohim Muhammad ‘Umar As-Sewed Hafidhahullah

Al-Ustadz Usamah Faishal Mahri, Lc Hafidhahullah

Al-Ustadz Abdul Bar Kaisinda Hafidhahullah

Al-Ustadz Ja’far Shalih Hafidhahullah

Al-Ustadz Abdullah Sya’roni Hafidhahullah

Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak Ata Hafidhahullah

Al-Ustadz Asasudin Hafidhahullah

Al-Ustadz Abul Mundzir Dzul-Akmal As-Salafy, Lc Hafidhahullah

Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Yahya Hafidhahullah

Al-Ustadz Abu Muhammad Dzulqarnain bin Muhammad Sunusi Hafidhahullah

Saya berharap jumlah tersebut akan semakin bertambah secepat bertambahnya koleksi majalah dan buku saya (yang sayangnya masih banyak yang belum sempat terbaca). Terutama bila ada kesempatan bagi saya untuk bisa rihlah ke ma’had-ma’had Salafiyun atau hadir di Dauroh Masyayikh yang hingga kini belum pernah bisa terealisasi. Maka dari itu mohon do’anya supaya bisa terealisasi.

Di luar kehidupan saya sebagai penuntut ilmu, yah bisa dibilang “I’m just an ordinary man”. Saya bekerja di bidang yang tidak begitu banyak dipahami oleh orang banyak.

Kayaknya cukup itu aja. Bagi yang mau kenal saya lebih lanjut silahkan kontak saya via imel di rijal_amran@yahoo.co.id (add di YM yah!) dan rijal.salsabila@gmail.com (add juga di G-Talk yah!).

Barakallahu fiikum.

Wassalamu’alaykum warohmatullahi wa barokaatuh

Admin http://rijalwannab.wordpress.com

- Abu Fithrah Rijal -


12 Responses to “About Me”


  1. 1 evanbumiayu
    September 15, 2008 at 12:52 am

    assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh…

    syukron katsir akhi atas informasinya…ya ana sih juga jarang
    ngenet..kalau pas ngenet, biasanya sekalian ngeposting…sedikit2 tapi yang
    penting rutin..

    akhi, mau minta penjelasan tentang nama kunyah…bagaimana “tata
    cara”-nya..kaya antum itu kan namanya bisa jadi panjang banget..trus ada kata
    abu fithrah, padahal antum belum punya anak bernama fithrah. bagaimana
    maksudnya? saya sudah beberapa kali tanya2 ke temen2 salaf juga, tapi
    kok belum ada balasan sampe sekarang…

    atas jawabannya, diucapkan jazakumulloh khoiron katsir..

    wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

    - evan rizaldhi -

    Wa’alaykumussalam warohmatullahi wabarokatuh.
    Oh ternyata begitu yah ’sepak terjang’ antum di WordPress. Efektif juga sih. Ana juga maunya kayak gitu. Btw terkait nama kunyah nanti ada postingan terkait hal ini. Tidak berarti nama ana Abu Fithrah terus Fithrah itu nama anak ana. Nanti akan saya angkat sebuah riwayat bahwa ‘bocah kecil’ pun bisa berkunyah Abu. Nanti akan saya jelaskan pula arti nama kunyah saya tersebut di postingan khusus. Dan mungkin sekaligus sebagai bentuk pelepasan diri saya dari kunyah tersebut nantinya. Ini pun ada pertaliannya pula dengan salah seorang kawan kita di Penilai 16 (sementara masih dirahasiakan siapakah orang ini). Jadi yah ikutin aja perkembangan blog saya ini. He…he…he…
    Wa’iyyakum.
    Wa’alaykumussalam warohmatullahi wabarokatuh.

  2. 2 Saudaramu di Bekasi Timur
    September 15, 2008 at 12:55 am

    Bismillah, Assalamualaikum saudaraku,
    Gimana Ramadhan di Medan? anak perantauan koq jadi menisbatkan diri Al
    Maidai neeh.. Barokallahu fiik.

    Wa’alaykumussalma warohmatullahi wabarokatuh.
    Sayangnya Ramadhan di Medan tidak semarak sebagaimana di Jakarta atau di Bekasi. Feel-nya kalo ini lagi Ramadhan kayaknya kurang gitu loh. Mungkin karena komposisi Muslim dan Non Muslim-nya cukup berimbang di sini. Makanya rencananya pas sepuluh hari terakhir ana mau ‘ngungsi’ ke Ma’had di Medan Denai aja meskipun gak ada niat i’tikaf karena masih harus kerja hingga beberapa hari menjelang ‘Iedul Fithri. Nisbat ke Al-Maidani (mungkin maksud antum al-Maidani yah bukan Al Maidai?) biar berasa lebih dekat aja ke daerah yang mana ana tinggali sekarang ini. Wa fiik barokallahu.

  3. 3 jeme kite
    September 18, 2008 at 2:09 pm

    eneng nmr tilpun ora?

    eneng

    boleh…!!!

    boleh 081574591847

    wes ketemu sopo wae nang medan.

    Banyak banget. Pas di Bandara Polonia aja ketemu sama penumpang yang satu pesawat itu aja udah banyak. Pas keluar dari bandara ketemu lebih banyak lagi orang. Waduh ngaco banget yah? ^_^

    kenalin lah ikhwah yang antum dah kenal di sana?

    Kusnan anak Bondowoso, pegawai Kanwil Ditjen Perbendaharaan.

    btw, di medan ente ta’lim dimana? udah ikut ta’lim kan…^_^

    Belum ta’lim. Banyak pertimbangan. Masih ikut kerabat yang tinggalnya jauh banget dari tempat ta’lim.

    jangan menyendiri lho, ntar disambar setan, na’udzubillah

    Gak, ana gak menyendiri lah. Di sini banyak temen koq. Lagian juga kalo disambar setan yah ana gak mau lah, ana tolak mentah-mentah. Iyah, ini masih bimbang nih mau bersegera gak yah? Soalnya hidup ana bisa dibilang nyaris lengkap tinggal urusan itu saja belum. Doakan yah rencananya habis lebaran ini mau ngejalaninnya.

    Baarakallaahu fiik

    Wa fiik baarakallaahu. Sebenernya ana bingung udah ngalor-ngidul gini gak tau bahwa antum (Akhi Jeme Kite) ini siapa. Pernah ketemukah?

  4. September 19, 2008 at 8:02 am

    Assalaamu’alaykum….

    Wa’alaykumussalam warohmatullahi wabarokatuh.

    Wah…benar-benar mantap blog antum ini…..Ana masih perlu belajar banyak dari antum….Barakallaahu fiyk…..

    Ah biasa aja. Kita sama-sama belajar. Ana belajar rada-rada otodidak lewat buku dan sedikit dibantu sama bloger salafiyin lainnya. Wa fiyk barakallaahu.

    http://www.fadhlyoke.co.cc

    Wassalaamu’alaykum……

    Wa’alaykumussalam warohmatullahi wabarokatuh.

  5. October 25, 2008 at 8:24 am

    Akh, ana minta izin untuk mencantumkan link blog antum ini di blog ana…………. dan begitu juga seharusnya…cantumkan blog ana di blog antum juga….

    barakallaaahu Fiyk…

    تَفَضَّلُ.
    Na’am. Wa fiyk barakallaahu.

  6. 6 dim
    November 11, 2008 at 9:28 am

    Assalamu’alaykum warahmatullah wabarakatuh.

    Kenalan Akhi :)

    Saya Abu Ahmad Syarif dari surabaya.

    وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته

  7. December 5, 2008 at 3:00 am

    Assalamu’alaikum.
    Kenalan juga dong..
    Ana Abu Iman Al-Klateni

  8. 8 abu haya
    December 17, 2008 at 2:44 pm

    assalamu’alaikum
    test….
    ingat aku????

  9. December 24, 2008 at 6:37 am

    assalamu’alaikum ya akhi

    ana abu yahya dari bekasi temannya abu harun

    salam ukhuwah dari http://ashaby.wordpress.com

    barakallahufiik..

    abuyahya
    tambun-bekasi

  10. 10 rijaluna
    December 27, 2008 at 3:57 am

    @ 3 komentator terakhir
    Wa’alaykumussalam warohmatulloh.

    @ Akh Paiman & Abu Yahya
    Salam kenal.

    @ Abu Haya
    Ya inget banget dunk. Teman seperjuangan di DJP. Abu Haya Imam Muktadir a.k.a. Al-Lalikai DSHnet iya kan?

  11. 11 pakisbintaro
    February 16, 2009 at 10:21 pm

    BIsmillah.

    Keyfa haluk akhi?
    Barokallohu fiikum.
    Sekarang dah ada koneksi fixed di kosan.
    Alhamdulillah jadi bisa on fire terus dengan pakisbintaro.wordpress.com


Leave a Reply




Kalender Hijriyah






Top Clicks

Blog Stats

  • 3,070 hits

Quote Of The Day

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: “Wahai anak Adam, (masa) siangmu adalah tamumu, maka berbuat baiklah terhadapnya. Karena sungguh, jika engkau berbuat baik kepadanya, niscaya dia akan pergi dengan memujimu. Dan apabila engkau berbuat buruk terhadapnya maka dia akan pergi dengan mencercamu, begitu pula dengan malammu.” “Wahai anak Adam, injaklah bumi ini dengan kakimu. Sungguh, sekecil apapun dia, pasti bakal menguburmu. Sesungguhnya engkau itu senantiasa sedang mengurangi usiamu, semenjak engkau dilahirkan dari perut ibumu.” “Wahai anak Adam, engkau dapati pagimu berada di antara dua waktu, yang keduanya tak mungkin meninggalkanmu, yakni bahayanya malam dan bahayanya siang. Sampai engkau mendatangi negeri akhirat, yang bisa jadi engkau datang ke al-jannah (surga) dan bisa jadi engkau ke an-nar (neraka). Maka siapakah yang lebih besar bahayanya daripada dirimu sendiri?” “Wahai anak Adam, engkau hanyalah (laksana) hari-hari yang setiap kali berlalu satu hari maka hilanglah pula sebagian dari dirimu.” (Mawa’izh Lil Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 35)