22
Sep
08

Imam al-Muzanniy (wafat 264H)

Beliau adalah saudara wanita dari al-Muzanniy, sahabat Imam asy-Syafi’iy. Namanya anonim alias tidak dikenal.

Nampaknya beliau juga pernah menghadiri majlis pengajian yang diadakan oleh Imam asy-Syafi’iy dan kajian-kajian fiqihnya.

Imam ar-Râfi’iy telah menukil dari dalam masalah zakat barang tambang…Dia telah menyebutkan pendapat yang shahih bahwa persyaratan Haul (putaran setahun penuh) pada barang tambang tidak disyaratkan…Kemudian dia berkata, “Di sana terdapat pendapat yang lain, yaitu bahwa persyaratan itu adalah harus. Pendapat ini dinukil oleh al-Buwaithiy juga dan diriwayatkan oleh al-Muzanniy di dalam kitabnya “al-Mukhtashar” dari orang yang dipercayainya dari asy-Syafi’iy yang kemudian menjadi pendapat pilihannya. Dia (ar-Rifa’iy) meneruskan, “Dan sebagian para pensyarah menyebutkan bahwa saudara al-Muzanniy telah meriwayatkan pendapat itu untuknya, namun dia tidak suka menyebutkan nama saudaranya tersebut.”

Al-Asnawiy berkata, “Aku tidak tahu persis kapan tahun wafatnya.” Sementara saudara lelaki wanita ini, al-Muzanniy adalah seorang Imam madzhab Syafi’iy, sahabat Imam asy-Syafi’iy sendiri yang berasal dari Mesir. Dia adalah seorang ahli zuhud, ‘alim, mujtahid dan memiliki hujjah yang kuat. Dia dinisbahkan kepada Muzayyanah – dari suku Mudlar -.

Dalam hal ini, Imam asy-Syafi’iy berkata, “al-Muzanniy adalah pembela madzhabku.” Dan ketika mengomentari betapa dia memiliki hujjah yang kuat, beliau berkata, “Andaikata dia mendebat syaithan, dia pasti menang!.” Al-Muzanniy memiliki beberapa karya tulis dan wafat pada tahun 264 H.

-ooOoo-

http://ahlulhadist.wordpress.com/2007/10/14/imam-al-muzanniy-wafat-264h/



0 Responses to “Imam al-Muzanniy (wafat 264H)”



  1. No Comments Yet

Leave a Reply




Kalender Hijriyah






Top Clicks

  • None

Blog Stats

  • 3,121 hits

Quote Of The Day

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah berkata: “Wahai anak Adam, (masa) siangmu adalah tamumu, maka berbuat baiklah terhadapnya. Karena sungguh, jika engkau berbuat baik kepadanya, niscaya dia akan pergi dengan memujimu. Dan apabila engkau berbuat buruk terhadapnya maka dia akan pergi dengan mencercamu, begitu pula dengan malammu.” “Wahai anak Adam, injaklah bumi ini dengan kakimu. Sungguh, sekecil apapun dia, pasti bakal menguburmu. Sesungguhnya engkau itu senantiasa sedang mengurangi usiamu, semenjak engkau dilahirkan dari perut ibumu.” “Wahai anak Adam, engkau dapati pagimu berada di antara dua waktu, yang keduanya tak mungkin meninggalkanmu, yakni bahayanya malam dan bahayanya siang. Sampai engkau mendatangi negeri akhirat, yang bisa jadi engkau datang ke al-jannah (surga) dan bisa jadi engkau ke an-nar (neraka). Maka siapakah yang lebih besar bahayanya daripada dirimu sendiri?” “Wahai anak Adam, engkau hanyalah (laksana) hari-hari yang setiap kali berlalu satu hari maka hilanglah pula sebagian dari dirimu.” (Mawa’izh Lil Imam Al-Hasan Al-Bashri, hal. 35)